Selasa, 18 Mei 2010

DALAM BERDAGANG KREATIFITAS DIPERLUKAN

Dalam dunia kewirausahawan dituntut untuk selalu kreatif setiap saat. Dengan kreativitasnya, tak mustahil bahwa seseorang betul-betul memiliki citra kemandirian yang memukau banyak orang. Karenanya, ia pantas dikagumi, dan selanjutnya diikuti.

Menjadi entrepreneur kreatif di saat krisis ekonomi, tentu saja tantangan yang sangat berat. Siapa saja yang mencoba terjun menjadi entrepreneur kreatif, ia harus bekerja 24 jam sehari, 7 hari dalam seminggu. Ini masih harus dijalankan sedikitnya untuk kurun waktu sekitar dua tahun pertama. Sebuah babak baru yang berat, berjuang tanpa henti dengan berbagai tekanan fisik maupun psikis.

Bisnis modern? Apalagi! Ia boleh dikatakan, mustahil bisa eksis dan berkembang tanpa kemampuan menciptakan sesuatu yang baru pada setiap harinya. Berpikirlah kreatif setiap hari. Dari mana ia datang? Dari mana saja, dari siapa saja. Interaksi sosial Anda, menjadi stimulan munculnya ide inovatif. Memang, tak mudah melahirkan sesuatu yang orisinal atau sama sekali baru. Bisa saja, ia adalah kombinasi “sentuhan baru” pada karya-karya yang sudah ada. Kesan, aksentuasi desain, modifikasi, adalah bagian dari proses kreatif.

Milik siapakah kemampuan ini? Apakah ini hanya dimiliki pribadi tertentu? Tegas, kami nyatakan: tidak. Pada dasarnya, kita semua kreatif. Tentu saja, dengan kualitas dan kuantitas yang berbeda-beda.

Kemampuan kreatif itu terdistribusi hampir secara universal kepada seluruh umat di muka bumi ini. Kreativitas, bak sebuah mata air, jangan biarkan sumbernya mengering. Agar tetap berair, gali terus, agar “mata air kreativitas” kita tetap berair.

Raudsepp, peneliti dari Princeton Research Inc.

Kreativitas: Keharusan dalam Kewirausahaan

Jangan terpaku saja melihat gemerlap perubahan! Anda, satu di antara sekian orang yang sanggup menghadirkan hal baru! Pikirkanlah hal ini sebagai kebiasaan. Karena Anda hidup dalam abad kreativitas. Kreatif adalah, kunci memenangkan kompetisi. Ada banyak konsep kreativitas. Salah satunya, mengambil inspirasi dari dunia musik, tepatnya, musik jazz. Dalam musik jazz, ada istilah jam session, saat pemusik tidak memainkan lagu tertentu, tapi alat musiknya mengalunkan paduan nada tanpa terikat lagu, bebas-mengalir saja. Jamming, menjadi inspirasi John Kao menuangkan teorinya dalam buku yang sudah beredar dalam bahasa Indonesia, “Jamming: Seni dan Disiplin Kreativitas Bisnis”.

Kalau jamming bisa menggelitik telinga dengan alunan musik indah, bisnis pun, amat mungkin mengambil langkah alternatif di luar yang biasa berlaku. Hasilnya, seperti jamming dalam jazz, tetap “berirama dan enak didengar”. Begitulah analogi teori Kao dalam dunia bisnis.

Jamming dalam bisnis, adalah ikhtiar kreatif. Ada imajinasi, totalitas berkreativitas, menyerap pendar-pendar inspirasi dari mana-mana. Dari sana tercipta ide-ide kreatif dalam pengembangan bisnis­. Siapa “sparing partner” seorang wirausahawan dalam mengeksplotasi gagasan kreatifnya? Ia bisa sesama wirausahawan, meskipun tak ada salahnya dengan orang lain yang sangat berbeda dunia kerja (bukan wirausahawan).

Bekerja “serba rutin”, “manut pakem”, di level pengambilan keputusan tertinggi, terutama sebagai pusat penyikapan terhadap realitas bisnis, diyakini merupakan sebuah sikap berbahaya bagi keberlangsungan usaha. Rutinitas, pakem-pakem itu, menjadi belenggu bagi kemajuan. Namun begitu, jangan salah memaknainya. Manajemen kreativitas, bukan “anti aturan”. Aturan tertentu, harus tetap ada, tetapi keberadaannya tidak memasung kreativitas. Ada yang “ekstrim” dalam kasus pembaharuan ini. Misalnya, produsen piranti keras komputer yang mendunia, Intell. Intell, secara berkala selalu menghancurkan produk lama mereka setelah memproduksi produk baru hasil kreativitas timnya. Langkah yang serupa, meskipun “tak sengaja” dialami perusahaan Unilever. Begitu produk barunya muncul, produk lama Unilever “otomatis” dikalahkan produk barunya sendiri.

Kalau ada contoh Intell dan Unilever di bagian ini, dua dari sekian big corporate dunia, sejatinya kreativitas tidak menjadi monopoli korporat besar. Dalam sektor usaha kecil pun, ide kreatif muncul dari perenungan dan perbincangan akan hal-hal yang tak pernah terpikirkan. Justru dalam usaha kecillah, kreativitas seharusnya lebih berkembang, karena biasanya usaha kecil, punya sumber daya insani tak banyak. Ini poin lebih sehingga usaha kecil relatif lebih kompak orang-orangnya, sehingga transfer kreativitas baru bisa lekas merata. Dalam usaha berskala kecil transfer kreativitas lebih pendek jalurnya. Seorang inovator dalam tempo pendek ia bisa langsung mentransfer temuan barunya kepada semua orang yang bekerja bersamanya. Bukan mustahil, proses mentransfer temuan baru itu, sekaligus bisa memicu tumbuhnya kreativitas.

Luwes Menyikapi Peluang

Jika Anda termasuk dalam golongan orang yang selalu ingin tahu, kemudian dapat melihat suatu peristiwa dan pengalaman untuk dijadikan sebuah peluang, di mana orang lain tidak melihatnya, kemudian memiliki keberanian berpikir kreatif dan inovatif, bersiaplah Anda untuk menjadi entrepreneur.

Banyak contoh yang dapat memberikan gambaran kepada kita, bahwa tidak ada sesuatu yang tidak mungkin dilakukan wirausahawan. Keluarkan semua ide atau gagasan Anda, jangan takut diremehkan atau dihina orang. ‘Ide gila” yang Anda sampaikan, boleh jadi suatu waktu akan mengundang kekaguman banyak orang. Begitu Anda mulai menuai sukses, barulah orang akan berguman, “Mengapa itu tak terpikirkan oleh saya sejak dulu, ya?”

Kalau Anda berani tampil beda, itu berarti Anda berjiwa entrepreneur. Saya setuju pendapat yang mengatakan, keberhasilan entrepreneur ibarat kesabaran dan ketenangan seorang aktor akrobatik meniti tambang tipis hingga sampai ke tujuan. Ia tidak menghabiskan waktunya dengan perasaan khawatir, tapi konsentrasinya tertuju pada tujuannya. Tak kalah pentingnya, jangan malu akan kesalahan yang kita buat. Seorang entrepreneur memang tidak menyukai kesalahan, tapi ia tetap akan menerimanya sepanjang hal itu dapat memberikan pelajaran berharga. Ia harus mampu meloloskan diri dari situasi-situasi yang hampir mustahil bisa diatasi. Dalam era global sekarang ini, kegiatan usaha yang kita jalankan hampir 90% justru tidak sesuai rencana.

Karena itu, kita harus luwes dengan rencana yang telah kita buat. Bersiaplah berpindah dari satu rencana ke rencana lainnya. Seorang entrepreneur juga tidak boleh mudah berputus asa. Ia harus yakin dengan kreativitasnya. Selalu ada jalan yang tidak pernah terbayang sebelumnya.

Proses Kreatif Berwirausaha

"Kita berani berpikir kreatif.
Itu berarti kita sudah berani mengambil resiko".

SALAH satu tugas kita sebagai pengusaha, selain memiliki ketrampilan interpersonal, leadership, dan managerial, juga harus mampu melakukan tugas kreatif. Kreativitaslah, unsur penting eksis dan berkembangnya sebuah usaha. bagi entrepreneur, seolah tiada hari tanpa kreativitas. Saatnya kita terus kreatif. Apalagi, kalau di bagian sebelumnya, kerap disebut-sebut angka luar biasa pertumbuhan kewirausahaan di Amerika Serikat, di Indonesia sendiri, keragaman usaha maupun jumlah wirausahawannya, belum sebanyak di Amerika Serikat ataupun di negara lain.

Di Amerika Serikat misalnya, ada bisnis yang masih langka dan belum memasyarakat di Indonesia, yakni bisnis menyewakan pakaian dan perlengkapan bayi. Jadi sebenarnya banyak macam usaha yang bisa kita kerjakan, asal kita mau kreatif. Dalam hal apa saja, kita harus kreatif? Kreatiflah dalam beberapa hal, antara lain, memilih jenis usaha dan memilih waktu untuk memulainya.

Maka, jangan ragu menciptakan kondisi yang memungkinkan setiap unsurnya bisa kreatif. Jadikan setiap sudut, setiap suasana dalam usaha Anda, kondusif bagi munculnya ide-ide kreatif. Kreativitas itu sendiri, memang memerlukan proses, yakni proses kreatif. Jadi pada awalnya, untuk kreatif itu perlu persiapan, meski secara tidak formal. Tinggal, bagaimana kita sendiri membuat suasana kerja itu kreatif.

Dalam prosesnya, ternyata kreatif itu juga membutuhkan konsentrasi kita. Padahal, yang kerap terjadi, saat kita melakukan konsentrasi, malah menemui jalan buntu. Akibatnya, kita tak bisa berbuat apa-apa, dan berangsur-angsur menjadi frustrasi. Dan, sebenarnya frustasi itu merupakan bagian dari proses kreatif itu sendiri.

Dalam kondisi inilah, menurut saya, sebaiknya kita tidak menyerah atau putus asa. Jangan berhenti sampai di situ. Yakinlah, pada saatnya, wawasan atau iluminasi akan muncul. Kemudian, kita melewati proses kreatif berikutnya: inkubasi atau pengendapan masuk ke dalam alam bawah sadar. Pada saatnya, yaitu pada kondisi yang tidak disengaja, bisa saja muncul iluminasi itu artinya ide kreatif telah kita temukan.

Langkah penting untuk ini, mengolah atau menjalankan ide kreatif menjadi konkret, demi kemajuan bisnis kita. Bahkan menurut kami, demi kepuasan pelanggan pun, perlu pendekatan kreatif. Kreatif, juga kata kunci dalam urusan mencari modal atau dana pengembangan usaha, peningkatan kegiatan produksi, perbaikan desain, pemasaran, dan lain sebagainya.

Orang kreatif, adalah orang yang berani mengambil risiko. Hanya tinggal seberapa besar sebenarnya kualitas kreativitas itu akan mempengaruhi risiko usaha yang dijalankan. Bahkan, seseorang yang berani berpikir kreatif, berarti dia sudah berani mengambil risiko. Kami pun yakin, hanya pengusaha yang berani mengambil risiko itulah yang usahanya dapat berkembang maju, baik untuk saat ini ataupun untuk masa depan.

Minggu, 14 Februari 2010

KESUKSESAN BISA DIPELAJARI


Banyak kejadian-kejadian disekitar kita yang dirasa tidak masuk akal dan kita anggap suatu keajaiban. Hal inilah yang diteliti oleh banyak ilmuwan, bahwa sebetulnya apakah yang bisa menyebabkan suatu keajaiban tersebut.

Ternyata setelah diteliti sekian lama terkuaklah suatu jawaban ,bahwa segala sesuatu di dunia ini telah diatur oleh sang pencipta sedemikian rupa, dalam bentuk suatu hukum alam atau hukum yang pasti. Dan hukum ini layaknya hukum gravitasi, dimana suatu benda di bumi pasti jatuh dari tempat yang tinggi ketempat yang rendah.begitu juga dengan hukum ini, yang diberi nama Hukum tarik menarik (law of attraction), disebutkan bahwa “Sesuatu akan menarik pada dirinya segala hal yang satu sifat dengan nya” secara kasarnya diartikan “Seseorang akan menarik terhadap setiap sesuatu yang dipikirkannya , terlebih orang itu suka atau tidak”
Ini menjelaskan ketika kita memulai hari dengan perasaan/pikiran “nggak enak” maka hari itu seperti dipenuhi oleh kejadian-kejadian yang tidak mengenakkkan.

Atau yang lebih sering lagi kita alami sewaktu kita sedang memikirkan seseorang, tanpa dinyana orang tersebut muncul seperti mengerti apa yang kita pikirkan, entah tiba-tiba menelpon,SMS, atau datang di hadapan kita.dan kita biasa menyebutnya “panjang umur baru saja dibicarakan/dipikirkan.
Ini juga menjelaskan mengapa orang yang selalu merasa sial (sering mengumpat) justru sering mengalami kesialan, sementara orang yang selalu merasa beruntung dan bersyukur akan sering mengalami keberuntungan. Oleh karena hukum tarik menarik ini juga berlaku bagi pikiran dan perasaan anda, bahkan dengan kapasitas yang sebenarnya justru lebih dahsyat, dapat dikatakan bahwa anda sebenarnya ikut menciptakan kenyataan hidup anda sendiri, apapun kenyataan yang terjadi.
Segala sesuatu yang kita alami sesungguhnya kita tarik masuk kedalan hidup kita melalui pikiran-pikiran kita.

ANDA MENDAPATKAN APA YANG ANDA PIKIRKAN MESKIPUN ANDA TIDAK MENGINGINKANNYA
Oleh karena hukum Tarik-Menarik berlaku seperti hukum gravitasi, anda tidak ditanya oleh alam apakah anda ingin gelas yang anda pegang pecah/ Sebab jika kita melepaskan gelas tsb dari genggaman tangan, maka gelas itu akan terkena hukum gravitasi yang mengakibatkan gelas pecah jatuh ke lantai, terlepas apakah anda senang atau tidak.
Hukum tarik menarik pun berlangsung otomatis. Ia tidak menanyakan kepada kita apakah kita suka atau tidak.

MENGENDALIKAN HUKUM TARIK MENARIK
Sekarang pertanyaan kita adalah bagaimana cara kita mengendalikan Hukum ini??
Banyak dari hadits-hadits di dalam Alqur’an maupun dari kitab suci agama lain menyebutkan kekuatan dari Hukum Tarik Menarik ini, hanya bahasanya yg kita kurang mengerti.

Kembali ke penelitian Ilmuwan dari penelitian ini, bahwa di dalam dunia ilmu fisika di abad ke -19 ketika para ilmuwan mulai membuat peralatan untuk menginvestigasi benda-benda atom yang sangat kecil, mereka menemukan sesuatu yang membingungkan dimana ilmu fisika Newton tidak lagi dapat menjelaskan apa yang mereka temukan di labiratorium. Sejak itu, hingga kurun waktu 100 tahun , suatu penjelasan yang baru mulai lahir untuk menjelaskan tingkah laku benda atom yang sangat kecil dan tidak bisa dilihat ini. Lalu lahirlah yang dinamakan Fisika Kuantum. Para ahli kuantum yang paling populer diantaranya adalah Albert Einstein, dan beberapa nama lain seperti Richard Feynman, Werner Heisenberg, Niels Bohr, David Bohm, dan masih banyak lagi..
Para peneliti ini meneliti apa yang sebenarnya terjadi ketika sebuah benda dibelah terus menerus hingga ketingkat materi yang sangat kecil. Dan materi terkecil ini terus dibelah dengan alat pemecah atom sampai tak terlihat sehingga menjadi energi yang terhalus. Ditarik suatu kesimpulan , yang diantaranya :
1. DI level kuantum sebenarnya tidak ada benda yang padat. Semua benda di dunia pada dasarnya terbuat dari “ruang hampa”
2. Tingkah laku partikel yang berubah-rubah dari benda padat menjadi getaran vibrasi dan sebaliknya tergantung dari “niat” penelitinya
3. Berlakunya hukum ketidakpastian
4. Hukum non lokalitas yang menyatakan bahwa unsur terkecil dari semua benda itu sebenarnya ada disini dan dimana-mana sekaligus
Lalu apa hubungan nya semua itu dengan usaha kita untuk meraih sukses dan kebahagiaan? Sangat erat!

Urutan benda dalam keadaaan utuh lalu dipecah terus hingga tidak terlihat :
Benda -> Molekul -> Atom -> Partikel/Nuklir -> Quanta -> Energi Vibrasi (tak tampak/Fisika Quantum)
Yang semakin menarik Kita lihat dan perlu diketahui disini, bahwa pada level yang semakin dalam dan halus, energi yang dikandungnya pun semakin besar.
Seperti energi nuklir menghasilkan energi yang lebih besar dari pada energi atom (terbukti dari peralatan militer yang digunakan sebagai BOM)

Nah dapat ditarik suatu kesimpulan bahwa :
Segala sesuatu diseluruh semesta ini merupakan bagian dari energi quanta/kuantum yang luar biasa cerdas ini. Dimana energi ini tidak padat sama sekali melainkan menyatu dan tidak terpisah, seperti tidak terpisahnya udara di ruang tamu anda dengan udara di kamar tidur atau ruang makan kita (menyatu seperti udara).
Lalu yang menjadi pertanyaan kembali apa hubungannya dengan kesuksesan hidup?
Hukum tarik menarik atau Law of Attraction ini berlaku pada tingkat energi quanta. Dimana pusat pengontrol dari energi kuanta ini ada didalam diri manusia, yaitu pikiran dan perasaannya. Pikiran /otak manusia memiliki daya magnet yang sangat luar biasa layaknya mengaktifkan hukum Tarik menarik
Nasib seseorang mencerminkan karakternya à sementara karakter orang itu berasal dari semua kebiasaan dan tindakannya à dan tindakannya berasal dari pikirannya yang bermuara dari perasaannya. Karakter ,kebiasaan, tindakan adalah sesuatu yang tampak, Sementara pikiran dan perasaan adalah energi kuantum yang tak tampak.

Lebih lanjut saya sangat menyarankan , berhati-hatilah dengan ucapan anda sendiri, dan ucapan orang-orang disekitar kita, PILAH DAN PILIH. Karena ucapan itu akan masuk dan merasuk ke dalam otak (bawah sadar) anda. Atas izin-Nya ,semesta dengan Law Of Attarction-nya akan merealisir apa yang diucapkan tersebut, terlepas dari anda menyukainya atau tidak. Oleh karenanya kenapa kita diwajibkan ber Do’a kepada-Nya untuk meminta sesuatu.

Hanya yang menjadi suatu kesalahan adalah dimana manusia berdo’a dan memohon kepada’Nya dengan tidak didasari suatu keyakinan dan perasaan yang berserah (ikhlas), sehingga sering kali do’a yang dipanjatkan sering tidak tercapai.
Karena untuk mencapai suatu medan kuantum, disyaratkan bahwa do’a yang kita inginkan/kita panjatkan tersebut harus masuk ke dalam alam pikiran bawah sadar, yaitu dengan cara diyakini dalam hati dan pikiran.

Seperti layaknya kita sedang membeli makan di suatu rumah makan, disaat kita sudah memesan makanan yang diinginkan, selanjutnya kita tinggal menunggu makanan itu datang diantarkan. Seperti do’a yang kita panjatkan, saat berdoa serahkan semua yang kita minta hanya kepada-Nya , niscaya dengan keyakinan tersebut do’a kita akan terkabul.Jadi ciptakanlah suatu keadaan keyakinan.

Bagaimana caranya agar kita terkondisi keadaan yakin ?
Yaitu dengan cara membayangkan disertai keyakinan bahwa kita sudah mendapatkan apa yang kita do’a kan tersebut. Seperti menunggu makanan diantar setelah kita sudah memesan
Kalau terhadap diri sendiri anda bilang “Wah saya ini orang yang beruntung” maka anda akan selalu beruntung, sebaliknya kalau anda bicara “Wah, saya ini sial orangnya” maka anda bakal menjadi sial betulan.
Kunci hukum tarik menarik ini ini ada di Pikiran (otak) dan Perasaan (Hati). Untuk itu kita harus selalu berpikir dan berperasaan positif.


Prinsip Kerja Untuk Meraih Kesuksesan


Selamat Tahun Baru 2010
Jika ingin sukses terapkan 3 prinsip etos kerja yakni kerja keras, kerja cerdas, dan kerja ikhlas.

KERJA KERAS berarti ketika kita ingin keluaran (output) lebih besar maka kita harus menambah
usaha/masukan (input) lebih banyak. Jadi ibarat kita mau memindahkan batu besar dengan mendorongnya, maka kita harus
menambah tenaga sekuat-kuatnya untuk mendorong batu itu agar berpindah tempat.
Namun dengan kerja keras saja tidak cukup, ibarat memindahkan batu daripada mendorong lebih baik menggunakan alat
pangungkit, proses memindahkan batu pun akan lebih mudah,untuk itu perlu ditambah 2 prinsip lain, yaitu kerja
cerdas dan kerja ikhlas.

KERJA CERDAS adalah orang yang menggunakan kemampuan kognitif maupun emosional untuk menyelesaikan pekerjaannya.
Dia berusaha mencari cara yang lebih baik agar tugas-tugasnya selesai dengan hasil yang lebih baik pula.
Ciri orang yang melakukan kerja cerdas adalah selalu mencari tahu sistem terbaik dalam menyelesaikan pekerjaannya
dengan input yang sama. Misalkan jika suatu kelompok disuruh membuat lima kue bolu dengan jumlah anggotanya
sebanyak lima. Jika hanya prinsip kerja keras saja yang digunakan maka, setiap orang akan menyelesaikan prosesnya
sendiri mulai dari mengaduk adonan sampai dengan menyajikannya di nampan. Jika prinsip kerja cerdas digunakan
maka setiap anggota menyelesaikan satu uraian tugas (spesialisasi). Si A mencampur bahan sesuai resep, si B
mengaduk adonan, Si C mengoven dan mencetaknya, Si D menghiasnya, dan Si D membuat kemasannya hingga mudah
didistribusikan.

KERJA IKHLAS berarti menyelesaikan pekerjaan dengan fokus dan memiliki niat semata-mata hanya untuk beribadah
kepada-Nya. Meskipun kerja juga untuk mencari nafkah, hal itu juga merupakan bagian dari ibadah kepada Allah.
Kerja Ikhlas membuat segala sumber daya benar-benar digunakan dengan optimal untuk menyelesaikan suatu pekerjaan.
Kerja ikhlas ini dimiliki oleh orang-orang yang memiliki Kecerdasar Emosional dan Spiritual / emotional spirittual
quitent (ESQ) .
Diharapkan kerja ikhlas ini dapat menghasilkan output/keluaran yang barokah. Barokah berarti nilai guna lebih besar
daripada nilai material.
Jika orang bekerja dengan ikhlas pekerjaan seberat apapun akan dapat dijalankan dengan mudah, karena kemudahan itu
akan datang dengan sendirinya bagi orang-orang yang ikhlas. Berbeda orang yang bekerja hanya mengharapkan imbalan
tanpa keikhlasan sepenuhnya, niscaya pekerjaan yang dijalankan walaupun ringan akan tampak berat sekali baginya.
Oleh karenanya kerja ikhlas ini menjadi prinsip kerja terpenting dari kedua prinsip yang lain.


--ALLAH AKAN BERSAMA ORANG-ORANG YANG BERUSAHA--
SUKSES UNTUK KITA SEMUA